Hope

Kata HARAPAN adalah sebuah kata yang tidak asing, familiar, sangat sering disebutkan, sebuah kata yang semua dari kita rasanya pasti pernah mendengar setidaknya satu kali dalam hidup. Dia muncul seringkali di tempat-tempat yang penuh kegetiran, kepahitan, penderitaan, kesedihan, kemandekan, dan masih banyak lagi. Sudah tak terhitung peristiwa di dunia ini terselamatkan ketika kita semua memiliki dan menghidupi kata ini. Kita tahu dan mungkin hampir setiap hari kita mendengar istilah ini, melalui berbagai media masa yang menyerukan adanya harapan, melalui berbagai ceramah/ khotbah/ seminar motivasi……ya……satu kata ini menurut penulis menjadi salah satu driver utama dalam seni memotivasi orang ataupun diri sendiri. Saking seringnya atau saking banyaknya kita menemukan kata ini, sampai-sampai seringkali atau bahkan kebanyakan kita lupa terhadap penghayatan maknanya.

Ketika penulis menulis artikel ini, baru saja penulis selesai menonton sebuah film drama misteri terakhir yang disutradarai oleh Clint Eastwood dan diperankan dengan sangat baik (menurut penulis) oleh Angelina Jolie – Changeling. Inti dari kisah film ini bercerita tentang bagaimana perjuangan seorang Ibu mencari putra tunggalnya yang hilang tanpa meninggalkan jejak sedikitpun, tidak ada tanda-tanda paksa masuk rumah, tidak pula histeria tetangga. Sambil bekerja sebagai seorang supewrvisor di perusahaan telekomunikasi dengan setting waktu sekitar tahun 1928an, beberapa bulan kemudian LAPD melaporkan kepadanya bahwa putra yang dicarinya telah ditemukan. Namun saat mereka diperjumpakan, kenyaataan yang tak terbayangkan sedikitpun oleh sang Ibu muncul dihadapannya, ternyata sang anak yang ditemukan bukanlah putranya……namun disisi lain LAPD bersiteguh bahwa dialah anaknya. Menghadapi hal ini sang Ibu tak bisa menerima begitu saja keadaan ini, dia tetap berusaha mencari atau setidaknya mencari tahu apa yang sesungguhnya terjadi dengan anaknya walau dia harus menghadapi konspirasi yang dilakukan oleh LAPD untuk menutupi kesalahan mereka dalam memecahkan kasus hilangnya sang anak, walau dia harus menerima perlakuan semena-mena dari LAPD masuk ke sebuah pusat perawatan psikologi atau bahasa sehari-harinya rumah sakit jiwa karena dianggap memiliki emosi kejiwaan yang labil.

Hanya berkat harapan dia pertolongan datang melalui seorang pendeta yang juga penyiar radio, serta seorang yang telah mencium adanya ketidakberesan dalam tubuh LAPD, sang ibu dapat keluar dan melanjutkan pencariannya. Sampai akhirnya diketahui secara tak sengaja oleh seorang anggota detektif LAPD ternyata sang anak diculik oleh seorang pembunuh serial anak-anak. Lima tahun setelah penculik dan pembunuh serial itu dihukum mati, sang ibu yan sudah menerima kenyataan bahwa putranya telah dibunuh, muncul telepon dari seorang ibu salah seorang anak yang diculik juga bahwa anaknya ternyata masih hidup dan dari ceritanya diketahui bahwa berkat pertolongan putranya jugalah dia berhasil lari dari pembunuh itu. Menerima kejutan seperti itu sang Ibu dengan tersenyum dan membuat heran petugas detektif yang ada saat itu, ” Kami menyesal mendengar kenyataan bahwa ternyata keberadaan putra Ibu tetap menjadi misteri, namun Ibu patut berbangga atas keberanian putra Ibu.” Dengan pasti sang Ibu menjawab,”Pasti!”sambil tersenyum simpul.Mlelihat reaksi yang tak terduga petugas itu bertanya kepadanya dan sang Ibu menjawab dengan senyuman pula bahwa dia sekarang memiliki HARAPAN untuk dapat bertemu kembali putranya.

Melalui kisah film ini, jelas lah bahwa disaat-saat penuh tekanan, deraan, kesedihan, kata HARAPAN muncul menjadi sebuah pembangkit semnagat, menjadi motivasi berdaya tahan lama, menjadi sebuah katrol dari keterpurukan, untuk mengatasi berbagai permasalahan yang melibatkan tidak hanya emosi, jiwa saja namun juga pikiran, keahlian, keterampilan/skill, bahkan juga keyakinan.

HARAPAN……sebuah reaktor pembangkit dari semnagat dan keyakinan dalam menjalani kehidupan yang berkesinambungan dengan berbagai permasalahannya. Ketika selesai menonton film itu, muncul pertanyaan dalam benak penulis….apakah satu kata ini juga menjadi atau telah menjadi salah satu driver dalam lingkup bisnis dan manajemen secara eksplisit…….emmmm…….setahu penulis secara implisit …iya. Tapi di atas segalanya HARAPAN ternyata adalah salah satu driver utama untuk kesinambungan usaha …setidaknya menurut penulis sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s